Minggu, 03 Juni 2012

elegi

Elegi adalah petak umpet dimana kau selalu bisa sembunyi tanpa ditemukan kembali
Elegi adalah penelpon dari jauh yang rajin mengatakan cinta padamu dalam bahasa yang tak kau mengerti
Elegi adalah sebuah titik yang tak pernah kau baca walau selalu ada diakhir kata
Elegi adalah kata. Kata yang bukan mutiara. Yang bukan pantun. Yang bukan haiku apalagi puisi. Elegi adalah kata. Kata-kata yang cuma suara.
Elegi adalah dua bus dan rentetan motor mengekor membawa air mata dari jauh
Elegi adalah sebuah kelas dan selalu ada yang tak bisa masuk
Elegi adalah satu kolom daftar hadir kuliah yang satu akan melompong hingga akhir
Adalah jalanan jogja – wonogiri yang ditumpahi matahari senja
Adalah makan siang dan sedikit “sangu” dari seorang ibu yang tidak tersampaikan kecuali pada jerit ambulans
Adalah musik metal filter rokok dan merah anggur yang bingung harus menghamba pada siapa
Elegi adalah kata. Kata yang bukan mutiara. Yang bukan pantun. Yang bukan haiku apalagi puisi. Elegi adalah kata. Kata-kata dalam surat nyasar. Yang salah alamat. Salah waktu. Salah orang. Tapi akhirnya dibaca juga.

2 komentar: