Selasa, 25 September 2012

kata-kata yang aku suka dari Perahu Kertas :)


Jangan sampai rusak di tengah jalan hanya gara-gara kita

cuma menuruti keinginan sendiri

Selama ini ia menyangka punya tempat spesial dalam hidup

Keenan. Ternyata ia salah. Dirinya kini tak lebih dari

figuran tak berarti.

Gue ogah terus ngemis-ngemis perhatian sama lo kayak orang

nggak punya harga diri

Rasa percaya dan uang ada di dimensi yang sama sekali lain.

bagaimana hampa bisa menyakitkan? Hampa harusnya berarti tidak ada apa-apa. Tidak ada apa-apa harusnya berarti tidak ada masalah. Termasuk rasa sakit.

Semuanya lebur dan tampak kabur dari mata yang basah oleh air mata.
Keenan menamakannya “tawa pengampun”, karena layaknya
matahari yang tak menyimpan memori ataupun dendam dan senantiasa memandikan Bumi dengan sinarnya, tawa itu pun membawa efek yang sama bagi dirinya. Kehangatan yang lahir tanpa pretensi. Tanpa perlu usaha. Pengampunan murni.

Tak hanya kehilangan, ia pun merasa ditinggalkan.

aku menyadari, selama ini aku telah menciptakan ilusi sendiri tentang dia dan mencintai ilusi itu. kenyataannya dia rapuh dan lemah

betapa melegakannya perasaan ini, saat cerita dan beban hatinya dihanyutkan air menuju lautan. Betapapun jauhnya perjalanan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar