Langsung ke konten utama

elegi

Elegi adalah petak umpet dimana kau selalu bisa sembunyi tanpa ditemukan kembali
Elegi adalah penelpon dari jauh yang rajin mengatakan cinta padamu dalam bahasa yang tak kau mengerti
Elegi adalah sebuah titik yang tak pernah kau baca walau selalu ada diakhir kata
Elegi adalah kata. Kata yang bukan mutiara. Yang bukan pantun. Yang bukan haiku apalagi puisi. Elegi adalah kata. Kata-kata yang cuma suara.
Elegi adalah dua bus dan rentetan motor mengekor membawa air mata dari jauh
Elegi adalah sebuah kelas dan selalu ada yang tak bisa masuk
Elegi adalah satu kolom daftar hadir kuliah yang satu akan melompong hingga akhir
Adalah jalanan jogja – wonogiri yang ditumpahi matahari senja
Adalah makan siang dan sedikit “sangu” dari seorang ibu yang tidak tersampaikan kecuali pada jerit ambulans
Adalah musik metal filter rokok dan merah anggur yang bingung harus menghamba pada siapa
Elegi adalah kata. Kata yang bukan mutiara. Yang bukan pantun. Yang bukan haiku apalagi puisi. Elegi adalah kata. Kata-kata dalam surat nyasar. Yang salah alamat. Salah waktu. Salah orang. Tapi akhirnya dibaca juga.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagian lagu terkait dengan mood saat ini

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini (Coba Katakan - Maliq and D'essential) Bukan ku tak tersipu Bukan ku tak butuh kata-kata Tapi ku meragu Apa kau anggap cinta ini berbeda? Katakanlah Buatku membatu Tenang, ku diam membisu Jangan, buatku berpaling Mencari cinta yang lain Oh, pecahkan sunyimu Meski, kucinta kau dalam hening Kubutuh kata-kata Bunuhku dengan kata rayumu (Rayu - Marion Jola, Lalemanino)  

Kejadian Oktober 2016 - Juli 2017

Hai hai udah lama banget nggak nulis lagi di blog. jadi kangen jaman dulu sering curhat di sini, dari tulisan alay sampe sedikit worth it . Hmm, sekarang aku mau cerita tentang pengalaman selama selesai kuliah S1 nih. Setelah lulus S1, aku magang jadi juru gambar di olshop temenku. bukan magang sih lebih tepatnya kolaborasi sama dia. Olshopnya ini menjual pernak-pernik kado wisuda mulai dari slempang gelar sampe balon-balon huruf gitu. Nah, di sini aku bikin ilustrasi anak-anak wisuda gitu. kayak Gambar 1 gitu deh bentukannya. Income nya bisa dibilang banyak banget. kalo lagi musim-musim anak skripsi-wisuda, seminggu bisa dapat 500ribu sampe 1jt.an, tapi pernah juga sih seminggu cuma dapet 50ribu. Oke, kolaborasi ini terus berlanjut sampe sekitar 2 bulan kemudian aku ditawarin dosenku untuk jadi  panitia lokasinya PLPG. Nah, akhirnya kerjaan gambar-gambar aku skip dulu dan fokus ke PLPG, dari PLPG banyak banget pelajaran dan ilmu kehidupan yang aku dapat. Mulai dari gimana me...