kita hanya takut, takut untuk menghadapi yang akan terjadi nantinya, untuk menyembunyikan rasa takut kita itu, munculah opini-opini untuk mengelak apa yang sebenarnya dirasakan dan yang membuat hati menjadi keras dan kebanyakan sih membohongi dirinya sendiri tanpa disadari.
Setiap waktu engkau tersenyum Sudut matamu memancarkan rasa Keresahan yang terbenam Kerinduan yang tertahan Duka dalam yang tersembunyi Jauh di lubuk hati Kata katamu riuh mengalir bagai gerimis Seperti angin tak pernah diam Selalu beranjak setiap saat Menebarkan jala asmara Menaburkan aroma luka Benih kebencian kau tanam Bakar ladang gersang Entah sampai kapan berhenti menipu diri Kupu kupu kertas Yang terbang kian kemari Aneka rupa dan warna Dibias lampu temaram Membasuh debu yang lekat dalam jiwa Mencuci bersih dari segala kekotoran Aku menunggu hujan turunlah Aku mengharapkan badai datanglah Gemuruhnya akan Melumatkan semua kupu kupu kertas Kupu kupu kertas Yang terbang kian kemari Aneka rupa dan warna Dibias lampu temaram Kupu kupu kertas Yang terbang kian kemari Aneka rupa dan warna Dibias lampu temaram Kupu kupu kertas Yang terbang kian kemari Aneka rupa dan warna Dibias lampu temaram
Dan salah satu untuk meredam rasa takut itu adalah dengan menghadapinya.
BalasHapusFaktanya, dari berbagai rasa takut yang kita alami dipengaruhi oleh pikiran yang "jangan2 begini, jangan2 begitu".
Namun setelah kita menghadapi, ternyata tidak seburuk yang kita bayangkan :)
So, Keep fighting ^o^/
Chayooo...
Anyway, selamat idul fitri yaa...
Semoga Allah menerima amalan dan puasa kita. Aamiin :)
terima kasih komentarnyaa :D
HapusSelamat Idul Fitri jugaa :D amiiin :)
mohon maaf lahir batin yaa